Program Sosialisasi Demokrasi

DOA RAKYAT

Tidakkah penguasa punya telinga ?

 

Lihatlah rakyat yang masih menaruh harapan-harapannya

Akan jeritan-jeritan pilu kelaparan…

Akan rintihan-rintihan serak kehausan….

Di dalam doa-doa mereka kepada TUHAN

 

Mengapa kau tidak mendengar?

 

Ya, kau bukan TUHAN….

Tapi yang jelas kau juga bukan dari antara mereka.


RAKYAT MEMILIH ?

Siapa yang mewakili hati

Jika jiwa merasa sepi

Ditambah hati yang selalu sendiri

 

Sunyi ditengah lampu mati

 

Terluka ditengah kesehatan gratis

 

Tanpa kerja di tengah pertumbuhan ekonomi

 

Putus sekolah ditengah sekolah gratis

 

Siapa yang menyadarkan

Jika suara jelata

Tersekat

Tersumbat

Mampet

 

Siapa yang layak disebut mewakili

Jika yang merasa mewakili

Tidak merakyat

Tidak merapat

Tidak mendekat.


KESEPIAN RAKYAT

Digubuk-gubuk tua

Yang sudut-sudutnya perlu penopang

 

Ada yang sulit dimengerti

Mengenai gejolak harga-harga

Sekarang naik, naik dan naik lagi

 

Berdinding gedek tua

Yang berlubang disana-sini

 

Ada yang selalu sulit dicari

Mengenai kelangkaan pupuk

Sekarang kurang, kurang dan kurang lagi

 

Duduk selonjor dibale-bale

Yang kaki-kakinya reyot

 

Ada gejolak yang sulit dipahami

Ada bupati baru, pejabat baru

Ada pemilu, pilkada dan pemilu lagi. 


KERAGUAN RAKYAT JELATA

Masa tak selamanya sama

Selalu ada suasana baru

Kata tanpa ragu

Tindakan !!!


KEMBALINYA RAKYAT JELATA

Nuansa tak selalu sama

Ada kelabu disela-selanya

 

Disaat kesadaran bukan hak…

Tapi keharusan

 

Disaat kemarahan bukan murka..

Tapi kewajaran

 

Disaat perjuangan bukan tantangan..

Tapi kenyataan

 

Disaat kebangkitan bukanlah Vonis !!!

Tapi kesadaran


KEADILAN RAKYAT JELATA

Kepantasan bukanlah ukuran

Karena tidak membuang kemiskinan

 

Kepatutan bukanlah batasan

Karena itu membiarkan pemiskinan

 

Kebanggaan bukanlah pujian

Karena melacurkan persemiskinan


KEBANGKITAN RAKYAT JELATA

Menyadari suara ini miliknya

Menyadari tanah ini miliknya

 

Maka,

Siapa yang terpinggirkan

Dan,

Siapa yang terlupakan..

 

Merasa derita ini bukan miliknya

Mengira sedih ini bukan ceritanya

 

Lalu,

kenapa jelata terabaikan

Dan,

Jelata tahu apa keinginannya

 

Pewaris negeri kesejahteraan

Pendamba negeri kedamaian. 


PRIKEMANUSIAAN RAKYAT

Jika mereka susah

Secara komunal mereka pun berduka

 

Jika mereka tertawa

Secara komunal mereka pun bahagia

 

Kemanusiaan kita pun tak pernah terusik

Jika ada para gelandangan

 

Kemanusiaan kita pun tak pernah tergetar

Jika banyak orang kurang waras gentayangan

 

Jika mereka susah, kita pun tertawa

Jika mereka tertawa, kita pun susah

 

Secara komunal kita berduka…


KEYAKINAN RAKYAT

Betapa sulitnya menerima keberadaan

Ditengah anomali kehidupan yangmembahana

 

Semua bak fatamorgana

Diujung ujung pengharapan

 

Namun banyak jiwa yang diam

Seakan pasrah untuk menerima inilah kehidupan

 

Seakan besok hanya milik mereka

Yang tidurnya mimpi, bangun dalam impian

 

Banyak mulut yang terdiam

Seakan inilah tontonan kehidupan

 

Dihati yang hanya kurang sejengkal itu

Keyakinan inipun ikut diam.


Kepala Negara :

Sebagai pengelola penyelenggaraan negara,

dipimpin oleh seorang kepala negara,

yang tunduk kepada ketentuan-ketentuan yang berlaku,

kepala negara memiliki kedaulatan baik kedalam maupun keluar negara. 

Namun, kepala negara pun dibatasi hak dan kewajibanya dalam menjalankan tugas penyelenggaran negara,

sehingga negara dapat terhindar dari kesewenang-wenangan.


Halaman Berikutnya »

Tentang penulis

The author does not say much about himself

Cari

Navigasi

Kategori:

Tautan:

Arsip:

Feed